Jumat, 17 Maret 2023

Menulis Cerita Fiksi

 Judul             : Menulis Cerita Fiksi

Pertemuan ke : 10

Tanggal           : 30 Januari 2023

Pembicara       : Bambang Purwanto, S.Kom, Gr. 




Cerita terbagi menjadi dua jenis, yaitu Fiksi dan Non-Fiksi. Hari ini, saya akan berbagi kiat-kiat penulisan cerita Fiksi. Berikut kiat penulisan cerita Fiksi :
1. Mulai dari diri sendiri. 
    Pada alur ini, kita semua dapat menciptakan alur fiksi sesuai dengan pengalaman kita atau bayangan yang kita inginkan. 

2. Eksplorasi Konsep.
    Pada alur ini, kita dapat memperluas konsep yang sudah kita buat pada tahap awal. Setelah kita menentukan "apa yang akan kita tulis? Pengalaman sendiri kah? Cerita orang? Atau bahkan bayangan yang kita mau tulis".
   Disini kita juga dapat menjelaskan atau secara tersirat berisi alasan mengapa harus menulis cerita fiksi, syarat bisa menulis cerita fiksi, bentuk-bentuk cerita fiksi, unsur-unsur pembangun cerita fiksi, dan tips menulia cerita fiksi.

3. Ruang Kolaborasi.
    Pada alur ini, kita dapat memperluas kosa kata yang sudah kita tuliskan menjadi lebih luas lagi.

4. Demonstrasi Kontekstual.
    Pada alur ini, kita dapat menulis apa yang paling kita sukai

5. Elaborasi Pemahaman.
    Pada alur ini, kita dapat membaca kembali apa yang sudah kita tulis dan kita kembangkan.


Dalam penulisan cerita fiksi tentu kita akan menemui hambatan mengembangkan cerita. Berikut Kiat membangun plot cerita :
1. Tentukan dulu jenis alur/plot yang ingin digunakan;
2. Memahami unsur-unsur alur/plot yang meliputi Pengenalan cerita, Awal konflik, Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks, Penyelesaian/ending.

Apakah Menulis itu Mudah?

Judul          : Apakah Menulis itu Mudah?

Pertemuan : 9

Pembicara  : Prof. Dr. Ngainun Naim



Menulis merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada media berbentuk kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Zaman berkembang, bahkan menulis tidak hanya dituangkan ke dalam kertas putih menggunakan pensil. Kini, catatan kecil pun dapat kita ketik menggunakan layar sentuh (HP) atau dengan laptop.


Salah satu kunci dalam menulis adalah "menuangkan hal-hal sederhana yang kita alami" sebelum menggunakan bahasa baku atau sesuai dengan kaidah EYD. Sebuah tulisan akan menjadi bermakna ketika kita mempunyai ciri khas dari karakter penulisan pribadi kita. Tulisan kita lah yang akan menunjukkan siapa diri kita.


Kunci kedua dalam menulis adalah "Jangan mengedit ketika menulis". Hal ini sering menjadi hambatan saat kita sedang menulis. Jadi, keluarkan saja apa yang ada dipikiran kalian saat itu tanpa harus memikirkan "apa ini benar ya? Apa ini sesuai eyd ya?".


Hal ketiga yang membuat kita mudah menulis adalah "tulislah perjalanan yang kita lakukan atau kita inginkan". Hal ini akan membuat kita bahagia ketika menulis karena kita sendiri mengalami untuk mengingatnya. Bukan kah jalan-jalan itu hal yang menyenangkan juga ? 

Jumat, 03 Februari 2023

Apa itu Writer's Block?

Tema               : Mengatasi Writer's Block

Resume ke -    : 7

Gelombang     : 28

Tanggal           : 23 Januari 2023

Narasumber     : Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.,

 



Siapa pun yang ingin menjadi penulis andal, maka harus siap dengan prosesnya. Tak bisa instan tentu. Diperlukan jam terbang yang cukup banyak agar bisa menjadi seperti Omjay, Bunda Kanjeng, Pak Dail, Bunda Aam, Bu Rali, Mr. Bams, Prof. Eko, dan lainnya yang tak bisa Beliau sebut satu per satu.

 

Beliau sendiri sudah senang membaca buku-buku cerita sejak kecil (sebelum SD). Senang menulis sejak di sekolah dasar (dalam buku diary). Lalu ... saat SMP, sering mengirim tulisan ke mading sekolah dan pernah menulis cerita di buku tulis yang dibaca bergiliran oleh teman-teman. Atas arahan guru Bahasa Inggris Beliau saat itu, Beliau juga menulis diary dalam bahasa Inggris.

 

Ketika SMA, Beliau masih tetap menulis diary. Beberapa teman dekat yang membaca diary Beliau sempat berkomentar bahwa tulisan Beliau sudah seperti novel 😅 Namanya anak remaja, banyak emosi yang dituangkan dalam catatan Ditta remaja. Namun belakangan, Beliau tahu bahwa menulis apa pun yang kita rasakan bisa menjadi self healing yang baik. Bahkan saat ini, beberapa psikolog ada yang menyarankan kepada para pasiennya untuk menulis sebagai salah satu cara mengatasi depresi dsb.

 

Rupanya kebiasaan menulis tersebut memberi banyak manfaat. Misalnya ketika kuliah, Beliau pernah membuat buku Petualangan Kimia bersama rekan Beliau dan diikutsertakan dalam Lomba Kreativitas Mahasiswa di Jurusan. Alhamdulillah meraih posisi kedua. Di saat kuliah juga, Beliau menulis proposal bersama teman-teman dan kami berhasil mendapat dana hibah untuk asosiasi profesi dari Dikti hingga 40 juta. Di tahun 2009-2010 jumlah tersebut tentu sangat besar.

 

Menulis adalah kata kerja yang hasilnya bisa sangat beragam. Oleh karena itu tak hanya novelis, cerpenis, jurnalis atau blogger, namun ada juga copywriter yg tulisannya mengajak orang untuk membeli produk, ada content writer yang bertugas membuat tulisan profesional di website, ada script writer penulis naskah film/sinetron, ada *ghost writer, techincal writer, hingga UX writer, dll*.

 

Faktanya, penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias *Writer's Block*. Tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun yang masuk dalam dunia kepenulisan. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya.

 

Karena ... WB ini bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan. Tergantung seberapa cepat kita menyadari dan mengatasinya.

 

Sederhananya, WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis. Tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya. Hal ini bisa terjadi dengan disadari atau pun tidak.

 

Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika.

 

Berkaca dari pengalaman, WB ini bisa terjadi berulang. Me-reinfeksi kita sebagai penulis. Itulah mengapa Beliau katakan WB ini sebagai "virus" yang sesekali bisa aktif bila kondisinya memungkinkan.

 

Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya, bukan? Begitu pula dengan WB. Agar bisa terhindar atau segera terlepas dari WB, maka kita perlu mengenali penyebabnya.

 

Berikut beberapa penyebab Writer Block

Mencoba metode/topik baru dalam menulis sebenarnya bisa menjadi penyebab sekaligus obat untuk WB.

Misal ketika jadi penyebab:

Ada orang yang senang menulis cerpen atau puisi. Kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang tentu saja memiliki struktur dan metode penulisan yang berbeda. Bila tak lekas beradaptasi, bisa jadi kita malah terserang WB.

 

Dalam Kamus Psikologi, stres diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan dan konflik. Lelah fisik/mental akibat aktivitas harian yang padat juga dapat memicu stress. Pada akhirnya, jangankan menulis, kita bisa merasa jenuh dan suntuk. Terserang WB deh

 

Maka, mencoba hal baru dalam menulis bisa jadi alternatif solusi. Mempelajari hal-hal baru yang berbeda dg sebelumnya pasti menyenangkan. Beberapa teman dan Beliau sendiri terkadang memilih untuk sejenak rehat dan melakukan hal yang disukai untuk refreshing.

 

Membaca buku-buku ringan untuk cemilan otak juga bisa jadi solusi mengatasi WB. Biar bagaimanapun, WB bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata. Dengan membaca, kita bisa menambah kosa kata. Pada akhirnya, jika diteruskan insya Allah bisa sekaligus mengatasi WB.

 

Terakhir yang bisa menyebabkan WB adalah terlalu perfeksionis.

bu Bapak hebat, masih ingat kisah Beliau menulis diary berbahasa Inggris yang Beliau ceritakan di awal? 😊

 

Jika Beliau membuka kembali diary berbahasa Inggris yang Beliau tulis saat duduk di kelas 2 SMP, Beliau akan tersenyum bahkan tertawa sendiri.

 

Bagaimana tidak?

 

Grammar nya saja banyak yang tidak sesuai, tapi Beliau tetap PD menulis 😄 tak hanya satu, ada dua atau tiga diary. Tapi, justru itulah salah satu kunci menghadapi WB

 

Bila saat itu Beliau terlalu perfeksionis, terlalu memikirkan apakah tulisan Beliau sudah sesuai kaidah atau belum, niscaya diary berbahasa Inggris itu tidak akan pernah rampung.

 

Kondisi menulis dimana kita tidak memikirkan salah eja, salah ketik, koherensi dsb ternyata dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah free writing atau menulis bebas.

Nah, jadi siapa di sini yang masih khawatir tulisannya tidak dibaca? Khawatir dinyinyir orang? Khawatir dikritik ahli? Khawatir tulisannya nggak bagus? Dan masiiih banyak kekhawatiran lainnya.

 

Ada pepatah yang mengatakan:

 

"It doesn't matter how brilliant is your brain. If u do not speak up, it would be zero."

 

Mari, tuangkan dan sampaikan ide ide kita, pemikiran pemikiran kita, perasaan perasaan kita agar menjadi lebih bermakna.

 

Sedikit tips yang Beliau kutip dari seorang penulis bernama Mark Twain:

"Rahasia untuk maju adalah memulai. Rahasia untuk memulai adalah memecah tugas-tugas rumit Anda yang luar biasa menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dikelola, dan kemudian memulai dari yang pertama."

Kiat Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

 Judul               : Kiat Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

Resume ke -    : 6

Gelombang     : 28

Tanggal           : 20 Januari 2023

Narasumber     : Prof. Richardus Eko Indrajit



Menulis untuk buku mayor merupakan menulis sesuai kebutuhan atau keinginan orang lain bukan untuk diri sendiri. Contoh judul Buku Mayor yang dibutuhkan di beberapa sekolah :

• Classroom Design and Management

• Community Based Learning

• Computer-Based Assessment

• Competency-Based Learning

• Computer-Adaptive Assessment

• The 21st Century Learning Skills

 

Tidak perlu berfikir panjang-panjang dulu. Mulai dari satu hal yang sederhana. Jangan menuliskan sesuatu yang kita tidak mengerti dan tidak ada sumber referensinya.

Tips menulis buku mayor : Carilah judul yang ANTI MAINSTREAM. Kalau yang BIASA-BIASA SAJA, biasanya penerbit mayor tidak tertarik menerbitkannya.

 

Referensi adalah bentuk penghormatan kita terhadap karya orang lain yang butir-butir kontennya kita pakai dalam buku kita. Semakin banyak kita pakai pemikiran orang lain, semakin banyak referensi yang kita pergunakan.

 

Tujuan workshop menulis adalah agar guru-guru BISA MENULIS BUKU bukan sekedar TAHU CARANYA NULIS BUKU.

Blog sebagai Media Pembelajaran

 

Judul               : Blog sebagai media pembelajaran

Resume ke -    : 5

Gelombang     : 28

Tanggal           : 18 Januari 2023

Narasumber     : Purbaniasita

 



Kata “Blog” berasal dari kata weblog yang diperkenalkan pertama kali pada 1998 oleh Jhon Barger. Barger memberi nama weblog untuk mengkhususkan istilah website yang bersifat pribadi dan sering diperbarui dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, blog adalah website yang bersifat personal, yang memuat opini personal dan hal-hal lain untuk mengaktualisasikan diri dan mengabarkannya pada komunitas global.

 

Jenis-jenis blog :

  1. Blog pendidikan, biasanya ditulis oleh pengajar atau guru
  2. Blog sastra, lebih dikenal sebagai litblog (literary blog), berisi masalah yang berkaitan dengan dunia sastra
  3. Blog pribadi disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan dan perbincangan teman
  4. Blog bertopik, yaitu blog yang membahas sesuatu masalah/topik tertentu, dan fokus pada bahasan tertentu.
  5. Blog kesehatan, lebih spesifik tentang kesehatan. Blog ini lebih banyak berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterang-keterangan tentang kesehatan.
  6. Blog politik berisi tentang berita politik, aktivis dan semua persoalan berbasis blog
  7. Blog perjalanan, fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan
  8. Blog riset, berisi persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru
  9. Blog hukum, berisi persoalan tentang hukum atau urusan hukum, disebut juga dengan blawgs (Blog Laws)
  10. Blog media, berfokus pada bahasan kebohongan atau tidak konsistensi media massa, biasanya hanya untuk koran atau jaringan televisi.
  11. Blog agama, membahas masalah yang berkaitan dengan agama
  12. Blog bisnis, digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka

Manfaat Blog bagi pendidikan :

1.      Blog sebagai rumah belajar dan berbagi guru

Kreativitas dan kegemaran guru dapat disalurkan melalui blog, seperti kreativitas dalam menulis, maupun karya-karya lainnya

 

2.      Blog dapat meringankan tugas dan beban guru

Blog memudahkan guru karena segalanya dapat dimasukkan ke dalam blog. Misalnya, materi pelajaran, tugas siswa dan informasi nilai siswa

 

3.      Blog dapat meningkatkan minat belajar pada siswa

Seseorang dapat memposting suatu permasalahan atau materi pelajaran yang disusun dalam suatu bahasa yang formal tetapi lebih santai. Kemudian para siswa bisa blogwalking ke blog tersebut dan kegiatan belajar mengajar pun bisa menjadi lebih menyenangkan

 

4.      Blog dapat diakses oleh siapa pun di belahan dunia

Guru bisa berbagi materi pelajaran, tidak hanya untuk siswanya melainkan untuk setiap orang yang membutuhkan pemikirannya dimana pun mereka berada dengan mudah dan murah

 

5.      Blog dapat menjadi media silaturahmi

Sarana untuk bertemu secara tidak langsung dan dapat menjalin komunikasi satu sama lain, karena blog dapat diakses oleh siapa pun di seluruh dunia.


Senin, 16 Januari 2023

Membuat KTI menjadi Buku

 


Judul               : Membuat KTI menjadi Buku

Resume ke -    : 4

Gelombang     : 28

Tanggal           : 16 Januari 2023

Narasumber     : Eko Daryono, S.Kom

 

KTI dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah. Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Non-buku dan KTI Buku.

KTI yang termasuk ke dalam kategori Non Buku antara lain; KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal KTI berupa ulasan atau resensi. Sedangkan KTI yang termasuk ke dalam kategori Buku adalah Buku Bahan Ajar : diktat, modul, buku ajar, buku referensi; Buku Pengayaan : monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan; dan Buku kompilasi : bunga rampai, prosiding. Tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, namun bukan buku. Lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas.

 

Struktur penulisan BAB KTI sebagai berikut :

HALAMAN AWAL

BAGIAN ISI

BAB I      PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH

B.     RUMUSAN MASALAH

C.     TUJUAN PENELITIAN

D.    MANFAAT PENELITIAN

 

BAB II    KAJIAN TEORITIS

A.    KAJIAN PUSTAKA

B.     HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN

C.     KERANGKA PEMIKIRAN

D.    HIPOTESIS

 

BAB III   METODE PENELITIAN

A.    JENIS PENELITIAN

B.     TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

C.     SUBJEK PENELITIAN (POPULASI DAN SAMPEL)

D.    DATA DAN SUMBER DATA

E.     TEKNIK VALIDASI DATA

F.      TEKNIK PENGUMPULAN DATA

G.    TEKNIK ANALISIS DATA

 BAB IV   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    DESKRIPSI OBYEK PENELITIA

B.     HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

C.     PEMBAHASAN

 BAB V    PENUTUP

A.    SIMPULAN

B.     SARAN

 HALAMAN AKHIR (DAFTAR PUSTAKA, LAMPIRAN-LAMPIRAN)

 

Struktur di atas umumnya dijadikan sebagai standar dalam Menyusun bab-bab dalam KTI meskipun untuk KTI sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap kampus.

Perbedaan laporan KTI dengan KTI yang menjadi Buku?

Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI. Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab. Secara Bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga Bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis.

 

Bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi buku?

1.      Memodifikasi Judul

Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu). Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.

2.      Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan

KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku seperti yang telah saya uraikan di atas. Nah, pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah

Modifikasi BAB I

Bab I yang biasanya PENDAHULUAN boleh tetap dipertahankan judulnya dengan PENDAHULUAN, boleh PEMBUKA atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan buku. Pada konversi PTK yang saya buat, saya rubah pendahuluan dengan FENOMENA PEMBELAJARAN TIK yang tentunya berisi mengenai fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku. Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang.

Modifikasi BAB II

Sumber Asli

 

Modifikasi


Modifikasi BAB III

Substansi bab 3 sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya. Beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Benar-benar menghilangkan bab III, menginclude bab 3 di bab 2 atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan.

a.   Menghilangkan bab 3 maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya.

b. Menginclude bab 3 di bab 2 maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3.

c.    Menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan maksudnya menyampaikan substansi isi bab 3 sebagai awal pembahasan

 

Modifikasi BAB IV

Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV.

Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.

 

Modifikasi BAB V

Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul PENUTUP. Judul tersebut dapat dipertahankan. Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi Buku:

1.      Keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan Plagiat tidak dibenarkan terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri.

2.      Menghindari kompilasi yang terlalu banyak.

3.      Memilah dan memilih data yang dipublikasikan. Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis.

4.      Modifikasi bahasa buku.

5.      Hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

6.      Wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.

7.      Memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB

 

Contoh memodifikasi dari karya ilmiah menjadi buku

Sumber Asli

Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 menyatakan bahwa:

“Karya tulis ilmiah yang selanjutnya disingkat KTI adalah tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah

 Modifikasi

“Karya tulis ilmiah merupakan tulisan perseorangan atau kelompok dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, dan pemikiran sistematis yang yang memenuhi kaidah ilmiah (Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014)

Sabtu, 14 Januari 2023

Berprestasi dengan Literasi

 


Judul               : Berprestasi dengan Literasi

Resume ke -    : 3

Gelombang     : 28

Tanggal           : 13 Januari 2023

Narasumber     : Aam Nurhasanah, S.Pd

 

Menulis adalah suatu cara untuk berbicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang. (Seno Gumira Ajidarma) Dengan demikian menulis merupakan suatu cara menampilkan potensi dan prestasi.

Terkadang kita sanksi dengan kemampuan menulis dengan bakat dan potensi diri. Insecure terhadap karya tulis sendiri. Lalu timbul pertanyaan “Apakah saya bisa menulis ?  Kalo sudah menulis, apa ada yang baca ? Enak dibaca ga sih ? Jangan-jangan pembaca ga suka dengan tulisan saya?   Lantas setelah menulis apa sih yang bisa kita dapat ?” dan masih banyak seribu  kecemasan dan pertanyaan dalam diri. Begitulah keresahan yang sering menghambat potensi dan prestasi kita dalam Dunia literasi

Sederhana untuk menjawab pertanyaan bagaimana kita menggali potensi untuk mengukir prestasi. Menurut Aam Nurhasanah S.Pd, kita bisa mulai dengan apa yang kita sukai. Setiap manusia diberikan kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi. Sebagai contoh, saya suka menulis maka saya menekuni dunia tulis. Saya menulis dari apa yang saya sukai, apa yang kita alami, atau apa yang kita kuasai. Kita bisa menulis puisi, pantun, cerpen, novel, atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi negeri.

Namun, untuk penulis pemula banyak sekali kendala untuk memulai tulisan karena takut tulisan jelek, takut dirunding, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draft dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja.

Beberapa tips untuk memulai menulis sehingga dapat menerbitkan buku diantaranya adalah mengikuti kegiatan lomba blog yang diminati, menulis bareng dalam buku antalogi dan yang terpenting adalah “membiasakan menulis satu hari”. Tulislah apa yang ingin ditulis, tuangkan apa yang kamu rasakan. Dengan begitu, rasakan apa yang kamu bisa rasa sampai jenuh melanda.

Pembukaan Kelas Belajar Menulis Nusantara Gelombang 28

  “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskan” Bismillahirrahmanirrahim... Perkenalkan nama saya Annisa, guru Fisika di salah satu sekolah swasta kota...